Masyarakat Butuh Relawan dan Alat Langsung di Lokasi Bencana

MINANG.TIME.COM - AGAM - Kejadian banjir besar dengan membawa bahan berat akibat dari curah hujan tinggi di Sumatera Barat Sabtu Malam 11/5/2024 telah menyebabkan beberapa wilayah rusak berat terutama daerah-daerah dekat aliran sungai.

Curah hujan yang disertakan dengan kerusakan alam serta tingginya intensitas hujan di pegunungan yang terkenal Sumatera Barat di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar telah menyebabkan lahar dingin Gunung Marapi dengan aliran Gunung Singgalang mengalirkan bandang besar atau lebih dikenal di Sumatera Barat dengan sebutan Galodo yang menghanyutkan air beserta batu besar-besar.

Lokasi banjir yang sebenarnya hampir merata diberbagai lokasi di Sumatera Barat mulai dari daerah di lintas Jalan Bukittinggi Padang,Pasaman,Sijunjung dan Pariaman terjadi kerusakan parah.
Misalkan kawasan Air Mancur Padang Panjang,Sinuruik Talamau Pasaman,Kupitan Sijunjung,Tanah Sirah Payakumbuh,Limo Kaum Batu Sangkar,Sungai Puar dan Bukit Batabuah Kab Agam serta daerah lainnya di Sumatera Barat.

Bencana banjir yang hampir merata dan banyak merusak infrastruktur sangat berdampak sekali bagi masyarakat.

Sumatera Barat yang pernah ditimpa Tsunami dan  
Gempa telah menyebabkan kewaspadaan daerah sangat kuat serta sudah menjalankan prosedur-prosedur pencegahan bencana namun disayangkan tidak dengan pemutakhiran cegah bencana atau mitigasi.

Sejak meletusnya kepundan Gunung Marapi Minggu 3/12/2023 yang juga menelan korban ternyata bencana di kawasan Gunung Marapi yang terletak diantara Kabupaten Agam dan Tanah Datar terus berdampak.
Frekuensi kepundan dan terbentuknya kawah baru serta partikel letusan terus menciptakan iklim sehingga terjadi itensitas endapan hujan yang terus terjadi.

"Sejak kepundan meletus hujan selalu terjadi di Nagari kami," Ungkap salah seorang masyarakat di kawasan bencana di Bukit Batabuah.

Seperti yang terjadi di daerah bencana dan fakta lapangan langsung  di kawasan Kapalo Koto serta Galuang Sungai Pua telah meluluh lantahkan lantahkan nagari. Korban jiwa,rumah rusak berat dan pengaliran air bersih serta sawah sebagai sumber mata pencarian menjadi hancur.

Pasca galodo yang begitu dahsyat masyarakat sangat membutuhkan relawan dan alat-alat pendukung pembersihan pemukiman  saat ini.

Di lokasi bencana  memang sudah ada posko bantuan yang mengatur pengelolaan pasca bencana baik aparat,masyarakat dan lembaga swadaya-swadaya masyarakat lainnya.
Lokasi Galodo Kapalo Koto Sungai Pua (Foto Doc.Badut)

Terlihat di pemukiman penduduk dan rumah yang langsung kena dampak tampak masyarakat masih sendiri-sendiri melakukan pembersihan sehingga akan memakan  waktu yang lama sampai normal karena rumah-rumah yang  ditimpa batu serta masuk air setinggi badan telah memporak-porandakan perkakas rumah tangga.

"Menjelang semakin maksimalnya bantuan dan koordinasi yang mampu memperbaiki akses. Saat ini masyarakat sedang membersihkan rumah dan semoga bantuan langsung ke lokasi. Bisa saja mini eskavator dan penyemprotan lumpur di rumah atau pemukiman serta relawan sebagai dukungan dalam pembenahan tempat tinggal."
Ujar Dirwan Dt Rangkayo Gadang salah seorang tokoh masyarakat Sungai Pua saat penyaluran bantuan untuk alat gotong royong masyarakat.

*UM
 

0 Comments

Post a Comment