Gegera Celurit, Pengacara Irham Sebut Eks Wabup dan PJ Sampang Lelaki Pengecut



MINANGTIME.COM, Sampang - Kejadian tak lazim mengenai sikap brutal PJ Bupati Sampang Rudi Arifiyanto dan mantan Wakil Bupati H. Abdullah Hidayat yang diduga melakukan dugaan intimidasi dan tindak pidana kekerasan dengan menggunakan celurit saat memaksa PJ Kades Ragung, Irham Nurdayanto, S. STP berhenti dari jabatannya terus menjadi kemelut.  Rabu, 07/02/2024.


Diduga Lakukan Ancaman Brutal dengan Celurit, Pengacara PJ Kades Ragung Sebut Pj Bupati dan Eks Wabup Sampang Pengecut


Entah ambisi apa yang sedang menyelimuti otak keduanya, hingga mengorbankan segala cara memaksa PJ Kades berhenti.


Sebagai wujud protes, dua hari yang lalu ribuan warga Sampang menggelar demo bahkan hari ini pun melakukan aksi yang sama  di depan kantor Pemkab mengutuk aksi memalukan tersebut.


Tidak hanya suara kejengkelan aspirasi pendemo, Kuasa Hukum PJ Kades Ragung, Sulaisi Abdurrazaq- pun murka atas ulah brutal yang diduga dilakukan oleh PJ Bupati Sampang Rudi Arifiyanto dan H. Abdullah Hidayat.


"Saya sampaikan pesan khusus kepada mantan wakil bupati Sampang dan elit nomor satu Sampang yang kebetulan saat ini menjabat. Celurit bagi orang Madura itu digunakan untuk mempertahankan harga diri dan kehormatan, bukan digunakan untuk kejahatan," kata Sulaisi Abdurrazaq usai mendampingi klienmya melapor di Polres Sampang. Rabu, 07/02/2024.


Menurutnya, lelaki Madura itu punya kehormatan kalau dia menggunakan senjata dalam rangka untuk mempertahankan kehormatannya.


"Namun, jika menggunakan celurit untuk kejahatan apalagi menekan-nekan orang supaya jabatannya dilepas, maka bagi kami itu adalah lelaki pengecut. Dia lelaki pengecut, karena menggunakan celurit yang semestinya menjadi simbol kehormatan bagi orang Madura justru digunakan sebagai alat untuk merendahkan dirinya sendiri sebagai pejabat," tegas penasehat Barisan Relawan Infant Gibran ini.


Sulaisi Abdurrazaq berharap, siapapun orangnya, mereka harus paham makna celurit itu apa.


"Makna celurit itu bukan untuk kekerasan namun makna celurit itu sebagian simbol untuk mempertahankan derajat , harkat kehormatan orang Madura, baik laki-laki maupun perempuan," tandasnya.


Sementara itu, hingga kini, Mantan Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat saat dikonfirmasi media ini mengenai riuh kabar dugaan intimidasi dan tindak pidana pengancaman dengan kekerasan melalui celurit masih belum menjawab hingga berita ini terbit.


Pewarta juga masih sangat kesulitan menghubungi PJ Bupati Sampang Rudi Arifiyanto.

0 Comments

Post a Comment